Mendapat nama latin yang cantik, Capsicum Annuum L dan termasuk famili Solanaceae, cabe merah ini kata orang berasal dari Amerika tropis mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan.
Di Indonesia, tanaman cabe bisa ditanam dimana saja, daerah pantai ok, daerah pegunungan apalagi. Beberapa nama lokal untuk cabe merah yaitu campli, capli (Aceh), lado (Minangkabau), cabhi (madura), tabia (Bali), lada (Makasar), lading (Bugis), Siri (Ambon).
Bagian yang bisa digunakan untuk pengobatan adalah buah dan daun. Buah bisa digunakan untuk mengobati rematik, sariawan, sakit gigi, influenza dan meningkatkan nafsu makan. Benar saja ya kalo kita bisa makan banyak hanya dengan lauk sambal, hmmmm….
Sedangkan daun yang digunakan adalah getah daun muda untuk mempermudah persalinan (sudah pernah mencoba…?)
Cara pemakaian:
Untuk obat yang diminum, rebus atau keringkan 0,5 – 1 g buah, lalu haluskan sampai menjadi serbuk. Untuk pemakaian luar, rebus 0,5-1 g buah, lalu air rebusannya digunakan sebagai obat kompres. Selain itu, buah cabai dapat dicampur dengan bahan lain untuk obat gosok.
Getah daun muda digunakan untuk pengobatan luka, bisul, dan sakit gigi.
Contoh pemakaian di Masyarakat:
Rematik: seduh 10 g serbuk buah cabai merah dalam ½ gelas air panas. Aduk sampai rata dan diamkan beberapa menit. Hasil seduhannya dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit.
Luka, bisul: oleskan minyak sayur pada beberapa helai daun cabai, lalu layukan diatas api kecil. Tempelkan daun cabai tersebut selagi hangat pada bagian kulit yang terluka.
Kandungan/komposisi:
Buah mengandung kapsaisin, dihidrokapsaisin, vitamin A,C, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin dan lutein. Selain itu juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan niasin. Zat aktif kapsaisin ini berkhasiat sebagai stimulant. Jika seseorang mengonsumsi kapsaisin terlalu banyak akan mengakibatkan rasa terbakar dimulut dan keluarnya airmata.
Selamat mencoba ya, semoga bermanfaat
Sumber:
Buku Manfaat tanaman obat, Dodi Ahmad Fauzi, penerbit EDSA Mahkota

hihihi…..
sing bagian rematik kuwi …. ngekek pol …. jelas sembuh, wong kulitnya jadi kepanasan …. kekekekee ….
haha…lha iyalah…tapi yang belum kubuktikan bisakah sembuh setelah mengalami kepanasan…karena aku tidak pernah sakit rematik ya….jauh deh dari penyakit, biar nggak kepanasan cabe
Capsicum Annuum L sma juga dgn Capsici Fructus.?